Posted by: rahmiyani1972 on: Agustus 26, 2008
Sudah 8 bulan ini, aku seorang yang bodoh dan keras kepala ini dibayang-bayangi ketakutan, merasa kesalahanku yang telah marah dengan membabi buta telah membuatnya terluka kian dalam. Aku ingin menelpon atau menyapanya sekedar menanyakan kabar dia sekarang. Ada banyak ketakutan: takut dia tak mau menerima telepon saya, takut dia sudah lupa pada saya, takut dia menghindar dari saya, dan yang paling saya takutkan… takut saya tak punya kesempatan mengatakan bahwa saya memaafkannya. Saya hanya ingin bilang saya memaafkannya dengan tulus.
Sewaktu dengan keberanian dan mengalahkan ketakutan itu, saya mengirim SMS mohon doa restu karena saya akan dioperasi dan meminta alamat pengobatan alternatif , dia membalas dengan singkat. Apakah dia telah memaafkan saya ???
“Untuk dia, Saya hanya ingin bilang saya memaafkanmu dengan tulus”.
Kadang ada sesuatu yang memang tak akan pernah terucap pada seseorang. Namun bukan berarti sesuatu itu tak dapat dimengerti. Kadang untuk membuat orang yang kita cintai mengerti apa yang tak kita ucapkan, cukup dengan meniatkannya secara tulus.
Agustus 29, 2008 pada 9:51 am
Nice….