Posted by: rahmiyani1972 on: Juni 4, 2008
Sebelum tahu bahwa saya bisa meminta apa yang saya inginkan, tanpa sadar hidup ini saya jalani dalam kepasrahan. Saya diam-diam setuju untuk tidak menyusahkan atau merepotkan, untuk tidak pernah memaksakan pendapat pada siapa pun, untuk tidak mengambil waktu siapa pun, dan pastinya untuk tidak menjadi “si pengganggu”.
Padahal, yang perlu saya lakukan hanyalah meminta. Mengapa tidak pernah terlintas dalam pikiran saya ? Hal ini benar-benar tidak pernah terpikir. Akan tetapi, mengapa ? Seketika itu juga muncullah urut-urutan kilas balik ke waktu ketika saya membutuhkan pertolongan dalam hidup, tetapi takut untuk meminta.
Saya ingin meminta guru di sekolah untuk memperlambat dan mengulangi lagi menerangkan pelajaran, tetapi saya takut akan dianggap bodoh.
Saya ingin meminta rekan-rekan kerja untuk membantu mengangkat tumpukan besar lumut bahan pembakar yang sedang saya pindahkan, tetapi saya khawatir mereka akan menghina saya manja karena telah menyita waktunya.
Dari cerita diatas menggambarkan rintangan yang menghambat dalam meminta yang kita inginkan.
“Oh, “kata Aladdin, “jadi, sekarang saya mengerti alasan mengapa saya belum pernah meminta apa yang saya inginkan. Jadi, jika saya mulai meminta apa yang saya inginkan, bagaimanakah hidup saya akan berubah ?”
t
“Aladdin, kautanyakan bagaimana duniamu akan berubah ? Dengarkan, dan kau akan terpesona.
“Semua keinginanmu akan diketahui dan dimengerti dengan jelas. Semua permintaanmu pada akhirnya akan dikabulkan, dan semua impianmu akan menjadi kenyataan. Engkau boleh meminta sebanyak yang kau inginkan, sebagaimana kau menginginkannya, kapan pun kau menginginkannya, dari siapa saja, dan apa pun yang kau inginkan……dan kau akan mendapatkannya.
“Impianmu yang tampaknya mustahil bisa didapatkan, asalkan kau mau mempelajari dan menerapkan prinsip dan teknik yang akan saya tunjukkan kepadamu”.
“Aladdin, saat kauputuskan untuk mengendalikan hidupmu dan menjadi kapten kapal milikmu, kau akan dapat meraih apa pun yang kau idamkan. Harga dirimu akan dibangkitkan dan kau akan mempercayai mimpimu dan kemampuanmu untuk mencapai mimpi-mimpi itu. Engkau bukan lagi seorang pengemis cilik, mengharapkan pemberian dari orang lain untuk mendapatkan sedikit kebaikan dalam hidupmu – tapi kau akan menciptakan kebaikan bagi dirimu sendiri”.
Juni 6, 2008 pada 5:17 am
benar bgt tu mba ira…. bagaimana kita mau bisa klau kita sendiri,g pernah mau meminta… meminta dalam arti kata biar kita lebih mengerti… seperti hal pada saat dosen menerangkan lalu ada pelajaran yang kurang dimngerti kita malu buat bertanya karena takut dianggap bodoh padahal itu semua demi kebaikan kita juga bukan!!!!!seperti kata pepatah mengatakan malu bertanya sesat dijalan… tapi setidknya sebelum kita meminta bantuan or sesuatu pada orang lain sebaiknya kita berusaha dulu sendiri…nah klau dah benar-benar mentok tuh baru deh minta bantuannya….
kayak aku sama mba yiyi kalau lagi g ngerti mba irakan,,,yang selalu aku mintain bantuan….habisnya mba ira orangnya pintar….!!!
ohya mba ira cerita sama petuah-petuah lainnya aku tunggunya…..cz banyak bgt manfaatnya!!!!
kalu situs ini benar-benar tersebar otomatis para pembaca juga tunggu cerita kisah yang lainya ne…!!!jadi kita tunggu cerita barunya…