Perjalanan Kehidupan yang Terindah

Seajaib Lampu Aladdin ( Bagian 2 )

Posted by: rahmiyani1972 on: Juni 4, 2008

Sebelum tahu bahwa saya bisa meminta apa yang saya inginkan, tanpa sadar hidup ini saya jalani dalam kepasrahan. Saya diam-diam setuju untuk tidak menyusahkan atau merepotkan, untuk tidak pernah memaksakan pendapat pada siapa pun, untuk tidak mengambil waktu siapa pun, dan pastinya untuk tidak menjadi “si pengganggu”.

 

Padahal, yang perlu saya lakukan hanyalah meminta. Mengapa tidak pernah terlintas dalam pikiran saya ? Hal ini benar-benar tidak pernah terpikir. Akan tetapi, mengapa ? Seketika itu juga muncullah urut-urutan kilas balik ke waktu ketika saya membutuhkan pertolongan dalam hidup, tetapi takut untuk meminta.

 

Saya ingin meminta guru di sekolah untuk memperlambat dan mengulangi lagi menerangkan pelajaran, tetapi saya takut akan dianggap bodoh.

 

Saya ingin meminta rekan-rekan kerja untuk membantu mengangkat tumpukan besar lumut bahan pembakar yang sedang saya pindahkan, tetapi saya khawatir mereka akan menghina saya manja karena telah menyita waktunya.

 

 

Dari cerita diatas menggambarkan rintangan yang menghambat dalam meminta yang kita inginkan.

  • Pertama, ketidaktahuan, banyak dari kita tidak tahu apa yang perlu kita minta. Kita tidak pernah mengetahui apa yang tersedia untuk kita karena kita tidak pernah diperkenalkan pada hal tersebut, atau kita begitu asing dengan diri sendiri sehingga kita tidak mampu lagi untuk merasakan kebutuhan dan keinginan kita yang sebenarnya.  
  • Kedua, keyakinan / kepercayaan yang mengekang dan negatif, yang telah disikan ke dalam bawah sadar kita dan sekarang secara diam-diam mengendalikan segala tindakan kita.
  • Ketiga, ketakutan, sebagai hasil dari pengalaman masa kecil yang negatif, menyakitkan, dan memalukan, kita menjadi takut untuk ambil bagian, takut untuk mengejar sesuatu yang benar-benar kita inginkan dan dambakan. Kita menjadi takut akan penolakan, kelihatan tolol, kehilangan muka, dan diserang serta tersakiti oleh orang lain.
  • Keempat, kurang menghargai diri sendiri, kebanyakan dari kita merasa tidak layak untuk mendapatkan cinta, kebahagiaan, kepuasan, dan merasa tidak mampu untuk menciptakan jenis kehidupan yang kita inginkan. Kita menderita rasa rendah diri, gangguan bersalah, dan kurang percaya diri. Hasilnya, kita tidak percaya bahwa kebutuhan dan keinginan kita adalah penting dan layak dikejar.
  • Kelima, harga diri, kita terlalu pongah untuk mengakui bahwa kita membutuhkan seseorang atau sesuatu. Kita tidak mau berhenti untuk bertanya arah jalan, nasihat atau bantuan.

               “Oh, “kata Aladdin, “jadi, sekarang saya mengerti alasan mengapa saya belum pernah meminta apa yang saya inginkan. Jadi, jika saya mulai meminta apa yang saya inginkan, bagaimanakah hidup saya akan   berubah ?”

t

“Aladdin, kautanyakan bagaimana duniamu akan berubah ? Dengarkan, dan kau akan terpesona.

 

“Semua keinginanmu akan diketahui dan dimengerti dengan jelas. Semua permintaanmu pada akhirnya akan dikabulkan, dan semua impianmu akan menjadi kenyataan. Engkau boleh meminta sebanyak yang kau inginkan, sebagaimana kau menginginkannya, kapan pun kau menginginkannya, dari siapa saja, dan apa pun yang kau inginkan……dan kau akan mendapatkannya.

 

“Impianmu yang tampaknya mustahil bisa didapatkan, asalkan kau mau mempelajari dan menerapkan prinsip dan teknik yang akan saya tunjukkan kepadamu”.

 

“Aladdin, saat kauputuskan untuk mengendalikan hidupmu dan menjadi kapten kapal milikmu, kau akan dapat meraih apa pun yang kau idamkan. Harga dirimu akan dibangkitkan dan kau akan mempercayai mimpimu dan kemampuanmu untuk mencapai mimpi-mimpi itu. Engkau bukan lagi seorang pengemis cilik, mengharapkan pemberian dari orang lain untuk mendapatkan sedikit kebaikan dalam hidupmu – tapi kau akan menciptakan kebaikan bagi dirimu sendiri”.

 

 

 

 

 

 

 

Tag:

1 Tanggapan ke "Seajaib Lampu Aladdin ( Bagian 2 )"

benar bgt tu mba ira…. bagaimana kita mau bisa klau kita sendiri,g pernah mau meminta… meminta dalam arti kata biar kita lebih mengerti… seperti hal pada saat dosen menerangkan lalu ada pelajaran yang kurang dimngerti kita malu buat bertanya karena takut dianggap bodoh padahal itu semua demi kebaikan kita juga bukan!!!!!seperti kata pepatah mengatakan malu bertanya sesat dijalan… tapi setidknya sebelum kita meminta bantuan or sesuatu pada orang lain sebaiknya kita berusaha dulu sendiri…nah klau dah benar-benar mentok tuh baru deh minta bantuannya….
kayak aku sama mba yiyi kalau lagi g ngerti mba irakan,,,yang selalu aku mintain bantuan….habisnya mba ira orangnya pintar….!!!

ohya mba ira cerita sama petuah-petuah lainnya aku tunggunya…..cz banyak bgt manfaatnya!!!!
kalu situs ini benar-benar tersebar otomatis para pembaca juga tunggu cerita kisah yang lainya ne…!!!jadi kita tunggu cerita barunya…

Tinggalkan Balasan

Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Komentar Terakhir

arjun di Belajarlah Untuk Berkata …
abahselatan di Memaafkan dengan meniatkannya …
montechristo di My Orbituary

Kutipan

Jangan melupakan pentingnya hidup dengan kegembiraan tanpa batas. Jangan pernah lalai untuk melihat keindahan dalam semua hal dalam hidup. Hari ini, dan saat ini, adalah sebuah anugerah. Tetaplah berfokus pada tujuan. Alam semesta akan mengurus yang lainnya

Blog Stats

  • 2,153 hits