Posted by: rahmiyani1972 on: Mei 25, 2008
Saluran Cerna, organ penting untuk kesehatan
Kesehatan saluran cerna merupakan cermin kesehatan umum, karena sebagian produksi imunitas untuk kekebalan/daya tahan tubuh, berasal dari sana (patch-payer)
.
Saluran cerna disebut sehat bila :
Residu yang tidak lancar dan tak teratur dibuang merugikan, karena akan diserap kembali oleh tubuh, termasuk toksin dan kuman-patogen yang ada didalamnya. Toksin dan kuman-patogen dalam jumlah kecil masih dapat dikuasai tubuh namun bila ini berkelanjutan dapat menjadi masalah yang berkepanjangan.
Pentingnya menjaga saluran cerna
Agar bugar, pola hidup sehat perlu diterapkan antara lain teratur gerak-badan dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Macamnya telah lama kita kenal pada konsep 4 makanan sehat, tentunya dengan ragam dan jumlah memadai yang disempurnakan dengan susu.
Susu disebut sempurna bisa jadi karena susu sendiri memiliki nutrisi lengkap dan akan menyempurnakan 4 jenis makanan yang mungkin ada gizi yang hilang (nutrient-loss) selama proses memasak atau bila kita lebih berselera pada makanan tertentu. Segelas susu akan menyempurnakan kekurangan itu. Selain kandungan berbagai nutrisi, kandungan serat juga harus mencukupi.
Serat
Sumber serat dapat diperoleh dari berbagai buah, sayuran, pepadian atau umbi-umbian. Ada 2 jenis serat makan, larut dan tak larut, dimana keduanya memiliki fungsi saling terkait untuk saluran cerna. Untuk memenuhi kebutuhan 2 jenis serat 30 g/hari, kita perlu makan 6-8 porsi buah (B) dan sayuran (S) setiap hari. Misalnya dengan komposisi 4B + 4S atau 5B + 3S, dan seterusnya. Seporsi sayur = sepiring urap, gado-gado, pecel. Seporsi buah = 1 pisang, apel dan sebagainya.
Sifat dan fungsi serat tak larut : Menahan air, tidak difermentasi, memberi volume dan berat feses, membersihkan usus besar (colon-cleansing), memberi rasa kenyang, serta memperlambat penyerapan gula.
Sifat dan fungsi serat larut : Pekat (viscous) sehingga memperlambat waktu pengosongan lambung dan meningkatkan rasa kenyang, difermentasi oleh bakteri usus, memperlambat penyerapan karbohidrat dan lemak, mempengaruhi komposisi bakteri usus menjadi lebih baik (efek prebiotik) dan meningkatkan penyerapan kalsium.
Serat bersifat menahan air. Hal ini bermanfaat untuk melembabkan, melunakkan dan memberi berat feses. Oleh karena itu perlu minum cukup air agar fungsi serat optimum.
Tabel Serat-Makanan Sumber Serat
|
Makanan |
Ukuran Saji |
Total Serat (gram) |
Serat Larut (gram) |
Serat Tak Larut (gram ) |
|
Spagheti, masak |
1 cup |
2.0 |
0.5 |
1.5 |
|
Roti-gandum |
1 lbr |
2.5 |
0.5 |
2.0 |
|
Nasi |
½ cup |
0.5 |
0 |
0.5 |
|
Corn flake cereal |
1 sedang |
1.0 |
0 |
1.0 |
|
Pisang |
1 sedang |
2.0 |
0.5 |
1.5 |
|
Apel dengan kulit |
1 sedang |
3.0 |
0.5 |
2.5 |
|
Jeruk |
1 sedang |
2.0 |
0.5 |
1.5 |
|
Buah pir dengan kulit |
1 sedang |
4.5 |
0.5 |
4.0 |
|
Strawberi |
½ cup |
1.0 |
0 |
1.0 |
|
Brokoli |
½ cup |
2.0 |
0 |
2.0 |
|
Jagung |
½ cup |
1.5 |
0 |
1.5 |
|
Kentang panggang dgn kulit |
1 sedang |
4.0 |
1.0 |
3.0 |
|
Bayam |
½ cup |
2.0 |
0.5 |
1.5 |
|
Kacang merah |
½ cup |
4.5 |
1.0 |
3.5 |
Sumber : http://webdiettitians.org/Public/Nutritioninformation
Komentar Terakhir